Internet of Everything (IoE)

_The World Wide Web Day_

By GC – August 01, 2018
  Di suatu pagi yang indah di suatu tempat di Indonesia di masa mendatang, terdengar kata-kata seperti ini: “Alexa, apa agenda saya pagi ini?” Lalu terdengar suara wanita dari sebuah benda silinder ukuran panjang 10 cm dan diameter silinder 3.5 cm. “Hari ini, Selasa tanggal 1 Agustus 2017, pk. 08:00 hingga pk. 09:00 ada rapat internal dengan tim. Pk. 10:00 ada rapat dengan Board of Director. Pk. 12:00 janji bertemu untuk makan siang dengan Mark. Apakah perlu mengirim reminder ke semuanya?” “Ya” “Reminder terkirim!” “Alexa, bagaimana cuaca pagi ini?” “Cuaca pagi ini mendung berawan dengan suhu 27 derajat Celcius, kelembaban udara 76%, Spora pohon perdu agak pekat pagi ini dan menurut Dr. Simeon, anda harus minum antihistamin pagi ini agar tidak pilek.” “Alexa, tolong pesan antihistamin 60 mg total 30 tablet.” “Antihistamin 60 mg total 30 tablet, total biaya adalah 36 Dollar 20 cents. Confirm? Silahkan taruh jari anda di finger tips scanner untuk konfirmasi pembelian.” Aneh bukan rasanya? Kita bicara dengan tongkat silinder Amazon Echo, atau Google Home. Mesin yang terhubung dengan internet ini memungkinkan kita untuk mencari informasi di Internet dengan mudah. Dan bukan Cuma itu, device ini juga memungkinkan kita untuk berinteraksi dan membantu kebutuhan-kebutuhan kita misalnya dengan mengumpulkan daftar belanjaan kita. Lalu kita eksekusi, kirim dan akan mendapatkan segera keperluan-keperluan kita tanpa kita perlu untuk pergi menghabiskan waktu berbelanja. Ya internet sekarang menjadi segalanya (Baca: Internet of Everything). Internet menguasai sebagian besar hidup manusia. Bahkan interaksi kita di internet sekarang ini bisa diawasi dan patternnya bisa di gambarkan disimpulkan oleh komputer yang diberi nama Artificial Intelligent agar respon-respon berikutnya bisa ditebak oleh banyak perusahaan-perusahaan raksasa. Internet menjadi segalanya. Tapi tahukah, bagaimana Internet itu ditemukan dan apa tujuan awal penciptaan Internet ini? Di tahun 1980, pada sebuah pusat penelitian di CERN, Switzerland, seorang ahli sains komputer berkebangsaan inggris yang bernama Tim Berners-Lee memperhatikan bahwa begitu banyak para peneliti di CERN tersebut yang kesulitan untuk mencari dari begitu banyaknya buku, kertas-kertas berisi informasi-informasi penting dari hasil-hasil riset yang perlu untuk dibaca atau digali. Itulah sebabnya ia akhirnya datang dengan sebuah solusi yang brilliant untuk mendigitalisasi data dan menaruhnya di jaringan komputer yang selanjutnya disebut Internet. Dari hal-hal yang menjadi acuan Sir Tim Berners- Lee (demikian dia dikenal saat ini) ada beberapa hal-hal menarik yang bisa menjadi pelajaran / inspirasi kita saat ini. 1. *Desentralisasi* Jika kita masih pada stigma kita untuk melakukan kontrol secara menyeluruh dari sebuah lingkungan / media yang kita ciptakan, kita akan frustasi sendiri. Sebab sesungguhnya kita tidak akan pernah bisa mengekang kebebasan seseorang untuk bersuara di Internet. Bila satu suara di blok, seribu suara akan bermunculan dan akan berevolusi serta akan semakin pintar. Sebab hal yang terpenting yang perlu dilakukan adalah bukan mengontrolnya tapi mengendalikannya. Pola efektif dalam era desentralisasi seperti ini adalah bukan menciptakan permusuhan tapi malahan menggalang kerjasama. Di dunia dimana jaringan sosial media yang semakin berkembang. Sesungguhnya setiap manusia sudah pasti akan dibatasi oleh norma-norma etika. Bila ada yang berusaha melanggar norma-norma tersebut. Jangan heran jika ia akan menuai badai informasi negatif tentang dirinya di Internet. Dan itu tidak dapat dibendung atau dikontrol. Kendali yang terbaik jika ada konten negatif adalah dengan cara komunikasi terbuka dengan norma-norma Etika. Sebuah kebenaran pasti akan terkuak dengan sendirinya. 2. *Non-discrimination*: Hal yang terbaik dalam internet adalah jika kita terkoneksi di internet maka tidak peduli kita dari golongan apa, agama apa atau kedudukannya seperti apa. Kita semua menjadi sama kedudukannya. Kita tidak bisa bilang bahwa informasi ini hanya untuk golongan tertentu saja. Sebab di Internet, semua informasi menjadi transparan dan informasi tersebut bagi semua orang yang tertarik untuk membacanya. 3. Ketimbangan membangun Konten (ISI) lebih baik *Membangun Infrastruktur* yang membuat orang mau berkontribusi untuk menulis ISI / Konten. 4. *Universality*: Agar semua orang bisa berpartisipasi dan berkontribusi serta menyumbang konten, maka harus juga disepakati oleh semua orang Bahasa yang sama. Metode yang sama tidak perduli apa pun hardware atau komputer yang mereka gunakan. Siapa pun orang, suku apa dia dari bangsa apa dia, semua bekerjasama dalam membangun Universality demi kemajuan umat manusia. 5. *Konsensus*: Agar standar Universality dapat bekerja, perlu ada konsensus atau kesepakatan dari setiap stake-holders, orang-orang penting yang kompeten yang berada di lingkungan tersebut. Mari dari inspirasi-inspirasi pada awal penciptaan internet ini, kita juga ikut membangun hal yang sama dalam lingkungan-lingkungan, jaringan-jaringan, Sosial Media dll . _”People are very reluctant to talk about their private lives but then you go to the internet and they’re much more open.”_ Paulo Coelho Semoga penemuan Internet yang sekarang menjadi semakin bersatu dengan hidup kita dapat kita kuasai dan bukan kita yang dikuasai. Tidak perlu berusaha mengkontrol bagaimana, tapi kita tetap perlu mengendalikan dengan konsensus-konsensus yang kita buat / setujui bersama demi kemajuan kita bersama. Have a WWW day (Winning Wonderful Well Day) and happy World Wide Web Day! GC
Chat Akademiku