LeaderSHIFT

By GC – Aug 2, 2018
  “Jika kita tidak berubah, kita akan mati! Kita akan terlindas oleh zaman ini!” begitulah kira-kira seruan seorang eksekutif sebuah perusahaan papan atas di dunia kepada para eksekutif yang lain. Ia pun melanjutkan… “Coba lihat, produk-produk kita sekarang ini masuk katagori sudah uzur, dalam waktu dekat produk-produk andalan kita akan off patent artinya perusahaan-perusahaan yang memproduksi obat generik akan segera meluncurkan produk-produknya yang isinya serupa dengan kita tapi harganya jauh lebih murah dan memakan pangsa pasar kita dengan hebatnya. Dan …. Itu tidak dapat kita cegah.” Eksekutif itu menghela nafas panjang….. “Ditambah lagi… eksklusivitas produk di dunia farmasi ini makin lama semakin bertambah pendek. Puluhan tahun yang lalu memang merupakan zaman keemas an dari indurstri farmasi. Sebab … dari 1 penemuan penisilin hingga penemuan Ampisilin, para ilmuwan dunia memerlukan waktu selama 40 tahun. Sehingga dalam kurun waktu itulah perusahaan menikmati eksklusivitas produknya. Namun sekarang ini? Maksimum 2 tahun sebuah penemuan sebuah molekul yang baru akan diikuti dengan 10 penemuan molekul lainnya yang serupa tapi tidak sama. Sehingga persaingan adalah sebuah opsi yang tidak bisa kita hindari lagi.” “Jadi kita harus berubah, organisasi harus dirampingkan, investasi pada produk-produk lama kita dihentikan dan fokuskan pada produk-produk yang akan segera menjadi blockbuster di masa yang akan datang. Sekalipun produk itu belom kita luncurkan, kita invest yang besar. Kita akan sebut ini Max Project. Semoga produk-produk masa depan kita ini memberikan pertumbuhan “Quantum Leap” yang luar biasa bagi perusahaan kita.” Waktu pun berlalu… Sejarah menjadi saksi… akhirnya perusahaan ini diakuisisi oleh sebuah perusahaan kecil di Perancis dan kini berubah namanya menjadi Sanofi. Sementara itu beberapa perusahaan farmasi yang tadinya hanya berukuran sedang dan bahkan mau mati, sekarang ini berubah menjadi sebuah perusahaan raksasa… Apa rahasianya? Rahasianya adalah karena perusahaan tersebut berubah tapi dengan cara Drift, berubah perlahan-lahan sedangkan perusahaan lainnya berubah dengan cara Shift atau berubah drastis. Perubahan itu akan dan selalu terjadi! Perubahan ini akan memaksa semua Leader untuk Shift atau berubah drastis. Ada istilah yang menarik dalam dunia virologi. Virus influenza itu selalu berubah… Perubahan yang kecil Namanya Drift, Virus itu berubah sedikit demi sedikit sehingga antibodi manusia yang dibentuk oleh tubuh untuk mengantisipasi virus tersebut menjadi tidak berdaya karena tidak lagi mengenali virus tersebut. Akibat drift atau perubahan kecil yang terjadi pada virus tersebut maka terjadilah musim-musim flu di dunia ini. Namun ada kalanya Virus itu berubah drastis yang disebut Shift. Pada keadaan seperti ini maka tidak ampun lagi, seluruh dunia akan mengalami wabah virus (Pandemi) yang terjadi setiap 4-5 tahun sekali serta membunuh banyak manusia. Inilah arti Shift itu… Ketika kita sebagai Leader dan menghadapi tantangan perubahan zaman, kita harus berubah secara total (shift) jangan hanya sebagian (drift). Sebab itu adalah tuntutan zaman yang tidak bisa kita tawar lagi. Disrupsi adalah sebuah kata yang menjadi momok dan ketakutan para pemimpin perusahaan pada saat ini. Semua bertanya-tanya… ditengah revolusi industry 4.0 ini… Apakah perusahaan saya akan terdisrupsi? Apakah perusahaan saya bisa bertahan dengan angin perubahan yang ada saat ini? Bagaimana bisa melakukan Shifting tersebut dan mengubah Leadership kita menjadi LeaderSHIFT? Jawabannya sederhana, perbaiki “Dinamika” perusahaan. Belajar dari McKinsey tentang Agility Organization. Maka ada 2 unsur penting yang melekat pada sebuah organisasi. Unsur pertama adalah Stability. Semua perusahaan besar pasti akan berusaha membuat perusahaannya stabil. Mulai dari memetakan business processnya lalu membuat SOPs, lalu meregister faktor-faktor risikonya dll dll. Dengan begitu kualitas produk yang dihasilkan akan selalu stabil. Ini adalah sesuatu hal yang penting. Namun bila kita tidak hati-hati, apa yang terjadi selanjutnya adalah perusahan tersebut akan masuk ke sbuah perangkap yang dinamakan “Birokrasi” yang berujung pada “Silo Mentality” yang membuat perusahaan tidak bisa lagi “Dinamis” dan Agile / Lincah seperti perusahaan-perusahaan kecil. Sebaliknya perusahaan-perusahaan baru dan kecil (Start up) banyak bermunculan seperti jamur. Mereka punya ide dan mereka lakukan… Sangat dinamis tapi??? Sangat tidak stabil. Maka seorang LeaderSHIFT pada masa kini harus berpikir. Bagaimana menyeimbangkan kedua hal ini. Membangun stabilitas yang baik di perusahaan namun tetap menjaga keLINCAHan perusahaan. Artinya opsi-opsi yang membuat perusahaan “DINAMIS” tetap dijaga. Sehingga dengan perusahaan yang stabil dan dinamis. Maka perusahan akan mampu untuk mengabsorbs perubahan-perubahan mendatang dan keluar sebagai pemenang. _“LeaderSHIFT – reinventing leadership for the age of mass collaboration”_ – Emmanuel Gobillot Have a GREAT Day! GC
Chat Akademiku