WAJAR

By GC – Aug 13, 2018
  Suatu ketika seorang anak kecil menjumpai ibunya yang sedang sibuk merajut. Sang anak bertanya: “Bunda, saya ingin tanya ya, Tadi di telivisi saya lihat banyak orang berkumpul di pinggiran kali menyaksikkan penutupan kali hitam dengan jaring-jaring. Kenapa kalinya ditutup ya Bunda?’ Sang Bunda yang tadinya asyik merajut, menghentikan kerjanya sambil tersenyum ia berkata: “Nak, itu program pemerintah untuk menutup kali-kali yang kotor dan berbau.” “Ha? Berbau kok ditutup jaring? Memangnya bisa hilang baunya tuh Bunda?” “Hehehe.. Ya … tentu aja bisa… Coba …Jika kamu tidak mandi, lalu Bunda pakaian pakaian bersih setelah itu Bunda semprotkan minyak wangi. Gimana? Wangi kan?” kata Ibunya sambil tertawa…. “Ihhhh ga mau lah… jorok lah itu Bunda…. Kalo memang kita belom mandi dan berbau… cara menghilangkan baunya ya mandi donk… kenapa malahan pakai parfum?? Aneh Bunda…” Sang Bunda kembali tertawa kecil. “Ya Nak… Kamu sekarang pintar ya… Hal ini yang dianggap oleh masyarakat kita sebagai hal yang “WAJAR”. Tapi kamu perlu tahu sesuatu yang WAJAR itu belom tentu benar! Kalau kita bicara penanganan Kali hitam ini yang BENAR. Maka seharusnya pemerintah mencari akar masalah yang BENAR terlebih dahulu, baru setelah itu malakukan penanggulangan masalah yang BENAR dan tuntas. Bisa jadi penanganannya itu tidak wajar… karena bukan kewajaran yang penting di dalam penanganan sebuah masalah sesungguhnya…. Sesungguhnya yang penting itu adalah … melakukanlah tindakan yang BENAR!”.” Kata sang ibu dengan bijak… Saudaraku…. Prinsip Wajar adalah… Kalau ada kekurangan… ya tutupilah kekurangan itu…. Sehingga kekurangannya itu tidak Nampak… Sama seperti prinsip wanita memoles wajahnya dengan make up, sehingga yang tadinya mukanya kurang menarik, atau biasa-biasa saja menjadi lebih menarik. Itu wajar… dan itu manusiawi… Tapi perlu diingat… sesuatu yang wajar belom tentu itu benar… Sebab itu carilah kewajaran yang BENAR. Jika kita melihat organisasi kita semuanya berjalan dengan wajar… Ingatlah falsafah ini…. Ujilah semua kewajaran itu dengan Kebenaran… Lihatlah akar masalah yang BENAR dalam setiap masalah yang muncul dalam organisasi kita. Jangan cepat puas diri melihat semua ke”WAJAR”an yang ada di organisasi kita… Kalau ada sesuatu yang berbau busuk…. Jangan ditutup-tutupi… Itu kelihatannya WAJAR padahal sebenarnya itu KURANG AJAR. Prinsip terbuka itu adalah prinsip yang terbaik untuk menemukan solusi yang terbaik bagi sebuah organisasi. Sehingga dengan adanya keterbukaan kita dapat menemukan solusi yang tepat bersama-sama dan membangun organisasi yang kuat di masa mendatang. “You cannot be a normal person in the abnormal environment, because… whatever you think is normal will become an abnormal and vice versa” – Galatia Chandra Have a GREAT Day! GC
Chat Akademiku